Admin Pameran

Lukisan Cendrawasih

Kembali KOLEKSI MUSEUM SOEGARDA Lukisan Cendrawasih Lukisan Burung Cendrawasih diatas keramik memang bukan barang lawas. Lukisan ini dibuat pada tahun 1997. Yang membuatnya menarik adalah bahwa lukisan ini merupakan karya Sri Widjaja, menantu Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja yang berprofesi sebagai ceramics artist dan sempat bermukim di Inggris. Inspirasi lukisan Cendrawasih ini adalah dikarenakan R. …

Lukisan Cendrawasih Selengkapnya »

Batik Naga Tapa

Kembali KOLEKSI MUSEUM SOEGARDA Batik Naga Tapa Batik Naga Tapa Purbalingga melambangkan kesaktian, kekuasaan, dan kekuatan. Sehingga batik ini dahulu hanya dapat dikenakan oleh pejabat pada saat bertugas. Penggunaannya marak di lingkungan pemerintahan pada masa kepemimpinan Bupati IX, Aryo Sugondho.   Adapun motif batik ini terdiri dari  sepuluh  variasi  naga,  delapan variasi  bangunan, dampar,  tiga  …

Batik Naga Tapa Selengkapnya »

Wayang suket

Kembali KOLEKSI MUSEUM SOEGARDA Wayang suket Wayang suket adalah wayang yang terbuat dari rumput atau suket –dalam bahasa Jawa-. Wayang suket merupakan bentuk tiruan dari berbagai figur wayang kulit. Hanya saja dalam membentuk karakter tokoh membutuhkan kedetailan tersendiri karena hanya dilakukan dalam satu warna. Kreasi ini merupakan hasil dari kreativitas Kasan Wikrama Tunut atau Mbah …

Wayang suket Selengkapnya »

Beliung Persegi

Kembali KOLEKSI MUSEUM SOEGARDA Beliung Persegi Beliung  Persegi  Nomor  B.447.18  termasuk  dalam  ketegori  “Calon Beliung”.  Dalam  Penelitian  Arkeologi  Limbasari  1983  dijelaskan, Beliung Nomot B.447.18 adalah gejala teknologis yang terlihat dalam proses  pengerjaan  calon  beliung  yakni  gagalnya  beberapa  calon untuk  menjadi  beliung.  Tampaknya  ada  artisan  yang  belum  betul-betul ahli, sehingga di dalam pemangkasan sering terjadi kesalahan …

Beliung Persegi Selengkapnya »

Wayang Revolusi

Kembali KOLEKSI MUSEUM NASIONAL INDONESIA Wayang Revolusi – Tentara Indonesia Kulit hewan, kayu, cat Jawa Tengah No. Inv. 27798 (82)   Salah satu bentuk wayang gubahan baru atau wayang modern adalah Wayang Revolusi atau Wayang Perjuangan. Wayang modern muncul disebabkan kebutuhan komunikasi masyarakat yang semakin meningkat di bidang pewayangan. Wayang ini merupakan hasil kreasi seorang …

Wayang Revolusi Selengkapnya »

Siga

Kembali KOLEKSI MUSEUM NASIONAL INDONESIA Siga Kulit kayu Poso, Sulawesi Tengah Awal abad ke-20 No. Inv. 23572   Penggunaan kulit kayu sebagai bahan sandang dapat dijumpai di beberapa wilayah di Indonesia, seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Kain kulit kayu dari Sulawesi Tengah terkenal akan kehalusan serta ragam hiasnya yang indah, seperti contohnya kain …

Siga Selengkapnya »

Arca Leluhur Ana Deo

Kembali KOLEKSI MUSEUM NASIONAL INDONESIA Arca Leluhur Ana Deo Kayu, manik-manik Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur No. Inv. 23030 a & b   Sepasang arca leluhur laki-laki dan perempuan yang disebut Ana Deo diletakkan di depan pintu masuk rumah tetua adat di Ngada, Flores. Arca leluhur sebagai media penghubung antara leluhur dengan keluarga yang masih …

Arca Leluhur Ana Deo Selengkapnya »

Korwar

Kembali KOLEKSI MUSEUM NASIONAL INDONESIA Korwar Tengkorak manusia, kayu, manik-manik, tekstil Teluk Cendrawasih, Papua Diperoleh sebelum 1914 No. Inv. 17632   Orang Papua di Teluk Cendrawasih mempercayai adanya dua roh rur dan nin dalam satu tubuh. Saat kematian, tubuh (baken saprop) akan rusak dan dipindahkan ke suatu tempat khusus, dunia jasad (yen aibui). Roh (rur) …

Korwar Selengkapnya »

Uang Mas

Kembali KOLEKSI MUSEUM NASIONAL INDONESIA Uang Mas Emas Jawa Kuna Abad IX-XI No. Inv. 12982   Potongan-potongan logam emas dan perak ini adalah mata uang yang digunakan pada masa Jawa Kuna. Potongan logam kasar dan apa adanya berbentuk setengah bulat, segi empat ataupun segitiga kemudian diberi cap untuk menunjukkan benda itu dapat digunakan sebagai alat …

Uang Mas Selengkapnya »

Calung Pembabar

Kembali KOLEKSI MUSEUM NASIONAL INDONESIA Calung Pembabar Bambu Banyumas, Jawa Tengah No. Inv. 25587/IV A 52   Calung pembabar dimainkan bersama dengan calung demung, kendang, gumbang, calung penitir dan silofon berukuran kecil dalam satu orkes musik Gamelan Calung. Calung Banyumasan ini dimainkan untuk mengiringi tarian Lengger saat upacara penikahan, khitanan, ritual sedekah bumi dan sedekah …

Calung Pembabar Selengkapnya »

id_ID